“Dulu labu jipang hanya kami berikan untuk pakan babi, sekarang sudah bisa kami olah menjadi produk yang menghasilkan,” katanya.
Menurutnya, pengolahan labu jipang menjadi kripik memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan menjualnya secara mentah. Saat ini, kelompok telah memproduksi sekitar 1.000 kemasan Qtajepa.
Advertising
Advertising
Dengan telah dikantonginya sertifikasi halal, produk tersebut kini siap dipasarkan lebih luas, bahkan berpeluang masuk ke jaringan ritel modern.
“Kami berharap usaha ini terus berjalan dan meningkatkan ekonomi anggota kelompok,” pungkasnya.













