
Ia menjelaskan, tim tersebut telah dibekali metode khusus bernama Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT), yang bertujuan untuk membantu merilis emosi negatif seperti ketakutan, fobia, dan trauma secara efektif.
“Metode ini akan membantu anak-anak mengatasi trauma dengan cara yang sederhana dan hasilnya diharapkan permanen,” tambahnya.
Tim trauma healing yang terdiri dari konselor dan terapis ini telah disebarkan ke seluruh Polres di wilayah terdampak bencana untuk memastikan layanan pemulihan psikologis dapat menjangkau lebih banyak anak.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga turut mengambil langkah serupa. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan akan menyiapkan tim trauma healing tambahan dengan melibatkan Fakultas Psikologi Universitas Nusa Cendana.













