Scroll untuk baca artikel
ads

Catatan Kritis Atas Curhatan Bupati Ende!

×

Catatan Kritis Atas Curhatan Bupati Ende!

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260414 210310
Arianto Zany Namang.

Data memperlihatkan bahwa NTT memang mengalami krisis literasi serius. Data Asesmen Nasional 2023 menunjukkan hanya sekitar 22% satuan pendidikan di NTT yang memiliki literasi memadai. Di lapangan, masih jamak dijumpai siswa tingkat SMA hingga perguruan tinggi yang mengalami kesulitan membaca, menulis, dan berhitung.

Kesan kedua yang muncul adalah curhat bupati Badeoda menjadi terlalu personal karena diawali dengan paragraf pembuka yang amat personal itu. Kesannya bupati ingin memelas belaskasihan warganet yang membaca. Misalnya, saya kutip, “Saya bupati kalian dan saya sering dikatakan bodoh, gagap dan otoriter yang menyerang pribadi saya bahkan mereka bilang bupati tidak buat apa2…”

Advertising
ads
Advertising

“Curhat” seorang kepala daerah di ruang publik seperti yang disampaikan oleh bupati Badeoda tidak bisa dibaca sekadar sebagai ekspresi personal. Dalam perspektif filsafat politik, itu adalah teks politik: ia memuat relasi kuasa, klaim legitimasi, dan cara seorang penguasa membingkai dirinya di hadapan rakyat.

Baca Juga :   Fraksi Golkar Beri Catatan Kritis, Megi Sigasare Sebut RPJMD Ende 2025-2029 Ibarat Kompas Pembangunan