Scroll untuk baca artikel
ads

Dede Padama; Mahasiswa Semester I yang Sudah Belajar Memimpin dengan Hati

×

Dede Padama; Mahasiswa Semester I yang Sudah Belajar Memimpin dengan Hati

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA0005
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO KRQA-SQC Certification Services.

Bagi banyak orang, itu bisa menjadi simbol bahwa ada perasaan yang benar-benar hidup di dalam dirinya. Ada rasa sayang kepada masyarakat Alor. Ada kegelisahan melihat persoalan masyarakat. Dan ada keinginan agar pemerintah hadir memberikan solusi.

Seorang Menteri tentu sudah bertemu dengan begitu banyak orang. Setiap hari berbagai kelompok masyarakat, pejabat, pengusaha, politisi, tokoh daerah dan organisasi datang menyampaikan kepentingannya.

Advertising
ads
Advertising

Karena itu, tidak mudah membuat seorang pejabat negara memberikan perhatian khusus terhadap sebuah permohonan.

Tetapi ketika seseorang datang dengan kesantunan, ketulusan, pemahaman budaya, dan keberanian menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat, pesan itu bisa memiliki kekuatan yang berbeda. Di sinilah Dede memberikan pelajaran penting.

Baca Juga :   Setelah Gusur, Lalu Apa?

Mengerti Kapan Berbicara dan Kepada Siapa Berbicara

Kecerdasan seorang calon pemimpin bukan hanya diukur dari berapa banyak buku yang telah dibaca atau berapa tinggi pendidikan yang telah dicapai. Kecerdasan kepemimpinan juga terlihat dari kemampuan seseorang membaca keadaan. Kapan harus berbicara. Kapan harus mendengar. Kepada siapa harus berbicara. Bagaimana cara berbicara. Dan untuk siapa ia berbicara. Dede tampaknya memahami hal itu.