Ketimpangan akses pun masih terasa di desa-desa. Anak-anak harus berjalan jauh untuk bersekolah. Para ibu kesulitan memperoleh layanan kesehatan layak. Petani dan nelayan kalah bersaing karena minim infrastruktur dan dukungan. Wajar jika keresahan rakyat makin dalam. Mereka bukan marah untuk merusak, tetapi lapar, cemas akan masa depan anak-anaknya, dan merasa diabaikan.
Karena itu, saya sepenuhnya mendukung solusi yang ditawarkan Dr. Andi Yuslim Patawari: menciptakan lapangan kerja bermartabat, membangun iklim investasi yang sehat, memberdayakan UMKM sebagai powerbank ekonomi rakyat, dan mengurangi ketimpangan akses. Jalan inilah yang paling tepat agar Flores, Lembata, dan Alor bisa bangkit dari ketertinggalan.
Keadilan sosial bukan hanya kalimat indah dalam Pancasila. Keadilan sosial adalah mandat konstitusi yang wajib diwujudkan. Pemikiran Dr. Andi Yuslim Patawari sejalan dengan kerinduan masyarakat NTT-khususnya Flores, Lembata, dan Alor-untuk melihat Indonesia yang lebih adil, lebih manusiawi, dan sungguh berpihak pada rakyat kecil.













