Untuk direfleksikan:
Iman sejati bukanlah soal bukti, melainkan hubungan. Iman adalah keputusan untuk memercayai pribadi yang setia, walau mata belum melihat. Dalam dunia yang menuntut pembuktian, Yesus mengundang kita untuk hidup dalam berkat yang lebih tinggi: iman yang melihat dengan mata hati. Berbahagialah kita yang tidak melihat, namun percaya kepada Dia yang telah bangkit dari antara orang-orang mati. Amin
Judul Renungan Hari Ini: Berbahagialah Mereka Yang Tidak Melihat, Namun Percaya










