Scroll untuk baca artikel
ads

Petani, Cadangan Pangan, dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

×

Petani, Cadangan Pangan, dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260819 WA0001
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO-KRQA-SQC Certification Services.

Lumbung tersebut dapat menyimpan: beras; jagung; sorgum; ubi dan pisang yang telah diolah agar tahan lama; kacang-kacangan; ikan kering; minyak, garam dan gula; dan benih untuk penanaman kembali.

Setiap keluarga juga sebaiknya mempunyai persediaan pangan minimal untuk tujuh hari. Desa perlu menyiapkan cadangan awal selama 7-14 hari, sedangkan pemerintah kabupaten dan provinsi menyediakan stok penyangga untuk membantu wilayah yang mengalami kerusakan berat.

Advertising
ads
Advertising

Pertanian Adalah Bagian dari Mitigasi Bencana

Gempa Flores mengajarkan bahwa pertanian tanaman pangan bukan hanya urusan ekonomi. Pertanian merupakan bagian dari mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Apabila desa mempunyai kebun pangan, petani aktif, lumbung yang terisi, dapur umum, sumber air, jalan pertanian, koperasi, dan sistem distribusi yang baik, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar.

Baca Juga :   Selamat Datang di Rumah NTT; Jokowi, Rakyat, Adat, dan Persaingan Politik

Bantuan pemerintah tetap diperlukan, terutama bagi keluarga yang rumah, dapur, kebun, dan persediaannya rusak. Namun, cadangan pangan lokal akan membantu masyarakat bertahan selama 24-72 jam pertama ketika tim penyelamat masih membuka jalan dan mendata wilayah terdampak.