Scroll untuk baca artikel
ads

Petani, Cadangan Pangan, dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

×

Petani, Cadangan Pangan, dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260819 WA0001
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO-KRQA-SQC Certification Services.

Belajar dari Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf tentang menyimpan hasil panen selama tujuh tahun masa kelimpahan untuk menghadapi tujuh tahun kelaparan merupakan prinsip manajemen risiko yang sangat relevan. Pesannya sederhana: ketika keadaan sedang baik, kita harus mempersiapkan diri menghadapi keadaan yang buruk.

Advertising
ads
Advertising

Prinsip tersebut seharusnya diterapkan pada tiga tingkatan:
1. Setiap keluarga mempunyai cadangan pangan darurat.
2. Setiap desa mempunyai lumbung pangan bersama.
3. Pemerintah kabupaten dan provinsi mempunyai gudang penyangga di lokasi strategis.

Cadangan pangan keluarga tidak harus selalu berupa beras. Flores memiliki berbagai pangan lokal yang dapat disimpan atau diolah, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sorgum, kacang-kacangan, pisang, ikan kering, dan hasil kebun lainnya.
Kebun keluarga dengan ubi, pisang, jagung, kelor, kacang-kacangan, dan tanaman pangan lokal perlu dipertahankan. Akan lebih baik apabila sebagian tanaman pangan ditanam di pekarangan atau lahan yang relatif dekat dengan rumah. Jika seluruh kebun berada beberapa kilometer dari permukiman, masyarakat akan kesulitan mengambil hasilnya ketika jalan rusak atau terjadi longsor.

Baca Juga :   Pentingnya Penerapan Manajemen Sistem di Pemerintahan Daerah
Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.