Belajar dari Nabi Yusuf
Kisah Nabi Yusuf tentang menyimpan hasil panen selama tujuh tahun masa kelimpahan untuk menghadapi tujuh tahun kelaparan merupakan prinsip manajemen risiko yang sangat relevan. Pesannya sederhana: ketika keadaan sedang baik, kita harus mempersiapkan diri menghadapi keadaan yang buruk.
Prinsip tersebut seharusnya diterapkan pada tiga tingkatan:
1. Setiap keluarga mempunyai cadangan pangan darurat.
2. Setiap desa mempunyai lumbung pangan bersama.
3. Pemerintah kabupaten dan provinsi mempunyai gudang penyangga di lokasi strategis.
Cadangan pangan keluarga tidak harus selalu berupa beras. Flores memiliki berbagai pangan lokal yang dapat disimpan atau diolah, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sorgum, kacang-kacangan, pisang, ikan kering, dan hasil kebun lainnya.
Kebun keluarga dengan ubi, pisang, jagung, kelor, kacang-kacangan, dan tanaman pangan lokal perlu dipertahankan. Akan lebih baik apabila sebagian tanaman pangan ditanam di pekarangan atau lahan yang relatif dekat dengan rumah. Jika seluruh kebun berada beberapa kilometer dari permukiman, masyarakat akan kesulitan mengambil hasilnya ketika jalan rusak atau terjadi longsor.











