Scroll untuk baca artikel
ads

POKIR DPRD: Menjembatani Suara Rakyat Menuju Pembangunan yang Adil dan Inklusif

×

POKIR DPRD: Menjembatani Suara Rakyat Menuju Pembangunan yang Adil dan Inklusif

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001383001
Dr (C). Ir. Karolus Karni Lando, MBA.

Apa Perbedaan Pokir dan Dana Reses?

1001383161

Advertising
ads
Advertising

Contoh konkret: Jika saat reses warga di Kecamatan Detukeli Lio Utara minta jalan antar dusun, atap sekolah diperbaiki, atau bibit jagung dibantu, maka itu akan diusulkan lewat POKIR dan dikerjakan oleh dinas terkait, bukan oleh anggota DPRD secara langsung.

Mengapa POKIR Penting?

1. Mewakili suara rakyat kecil
2. Menjangkau wilayah terpencil
3. Alat kontrol terhadap kebijakan publik
4. Perencanaan pembangunan dari bawah ke atas (bottom-up)

POKIR dan Agenda Reformasi Pemerintahan

POKIR tidak hanya urusan teknis anggaran, tetapi berkaitan erat dengan cita-cita reformasi birokrasi dan otonomi daerah:

1. Perencanaan Partisipatif
POKIR memperkuat prinsip bahwa pembangunan harus didasarkan pada kebutuhan nyata rakyat, bukan sekadar top-down dari pemerintah pusat.

Baca Juga :   Kegembiraan Masyarakat Ende atas Pelantikan Anggota DPRD 2024-2029

2. Kemitraan DPRD dan Pemerintah
DPRD menjadi co-planner dalam merumuskan arah pembangunan. Ini meningkatkan checks and balances dalam demokrasi lokal.

3. Transparansi dan Akuntabilitas
Semua usulan Pokir kini wajib dimasukkan dalam SIPD, disertai bukti dan dokumentasi, sehingga dapat diaudit dan dipantau.