Secara pribadi, saya amat mengapresiasi langkah dan terobosan Gubernur NTT ini sebagai suatu cara membangunkan “raksasa-raksasa tidur” (the sleeping giants). Kita menaruh harapan besar pada ASN Pemprov NTT bukan tanpa alasan, tetapi karena sejumlah potensi yang bisa kita optimalkan secara baik dan berkualitas. Sepintas lalu, ada optimisme di sana. Dalam suatu sapuan pandangan secara umum, kita memang mudah menemukan sejumlah potensi gigantis dalam korpus birokrasi NTT. Ini optimisme awal yang lebih dari cukup.
Membangunkan “Raksasa Tidur”, Mengaktualisasi Potensi “Elang”
Pertama, jika Pemprov NTT memiliki sekitar 23.000 ribu ASN/CPNS dan tenaga PPPK, dimana 50 persen (%) dari jumlah itu kemudian memilih aktif di media sosial untuk merilis sejumlah kegiatan mereka, terutama program-program khusus seperti update NTT-Mart dan program One Village One Product (OVOP), perkembangan desa nelayan merdeka, dan lain-lain, maka banyak kabar baik dan laporan yang informatif bisa diperdengarkan dan diperlihatkan kepada publik. Tentu saja tujuannya bukan untuk membangun citra positif dengan data dan informasi yang “asal bapak senang” (ABS), tetapi melaporkan apa adanya.











