Scroll untuk baca artikel
ads

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

×

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251017 121648
Agustinus Tetiro.

Ini penting untuk sejumlah tujuan seperti bisa menjadi rilis informatif bagi media massa yang kemudian bisa ditelusuri lebih lanjut, data dan informasi bagi para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan dan berminat, serta mendapat respons langsung dari publik luas, entah itu untuk mengafirmasi ataupun untuk mengkritik balik. Apa yang telah dilakukan oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT melalui sejumlah platforms media sosial mereka adalah sebuah contoh baik untuk maksud Gubernur Melki tersebut.

Aktif merilis dan menjelaskan maksud baik pernyataan para pimpinan daerah juga bisa menjadi langkah antisipatoris yang baik di media sosial, sebelum pernyataan itu kemudian dipenggal-penggal dan bergerak liar digoreng menjauh dari suatu maksud baik pimpinan. Contoh: beberapa waktu lalu Gubernur Laka Lena berbicara tentang nasib tenaga PPPK yang akan dipertimbangkan lagi menyusul rencana implementasi kebijakan dari pusat. Jika pernyataan seperti itu keluar dari mulut seorang CEO atau direktur utama sebuah perusahaan swasta, maka hampir pasti akan dilihat sebagai suatu langkah antisipatif yang baik: bahwa para karyawan perlu tahu kalau “kapal sedang goyang” dan kita mesti “menebar jala” lebih giat atau mencari “pulau dan kapal terdekat”.

Baca Juga :   Mendorong Pembenahan Rumah Sakit Daerah untuk Kesehatan Masyarakat yang Lebih Baik