Scroll untuk baca artikel
ads

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

×

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251017 121648
Agustinus Tetiro.

Pada akhirnya, saya ingat sebuah cerita lama yang dikisahkan kembali Gubernur Melki saat mengajak sejumlah bupati berkunjung ke BPOM untuk meminta lembaga itu membantu sejumlah UMKM di NTT. Begini cerita Melki:

“Ada sebutir telur elang yang ditetaskan oleh seekor induk ayam. Anak elang ini bertumbuh bersama anak ayam yang lain. Suatu hari, dia melihat ke langit ada seekor elang melakukan manuver dengan indah. Anak elang ini ingin sekali bermanuver seperti itu. Induk ayam melihat anak elang itu dan memberi tahunya: Kau bisa terbang seperti itu, suatu saat, terbanglah menguasai langit dan berjayalah di sana”

Advertising
ads
Advertising

Menutup ceritanya, Melki menjelaskan, itulah kondisi NTT. Potensinya gigantis seperti sejumlah raksasa. Potensi tidak boleh tinggal sebagai potensi, tetapi mesti diaktualisir dan menjadi energi. Energi untuk pembagunan daerah itu pasti jauh lebih kreatif, transformative dan humanis daripada hasil mesin, karena datang dari daya-cipta inovatif manusia-manusia unggul NTT.

Baca Juga :   Himbauan Anti Korupsi untuk Pemimpin dan Masyarakat NTT

Ayo Bangun NTT!