Scroll untuk baca artikel
ads

Pemda Sikka Dukung Penuh Pelaksanaan Festival Maumerelogia 5

×

Pemda Sikka Dukung Penuh Pelaksanaan Festival Maumerelogia 5

Sebarkan artikel ini
Reporter: Redaksi 
1001385511
Pertunjukan musik grup Leisplang dalam acara Jamming Sastra di lokasi Car Free Night, Jalan El Tari Maumere, Sabtu, 15 Maret 2025. (Foto: HO-Maumerelogia).

Ada lebih dari 35 program yang akan dilaksanakan sepanjang perhelatan Festival Maumerelogia. Program-program ini dikelompokan dalam empat kategori utama, antara lain forum gagasan, pertunjukan musik, pertunjukan teater, dan residensi seniman.

Tentang Festival Maumerelogia

Advertising
ads
Advertising

Tema utama Festival Maumerelogia adalah Kultur, Kota, Kita.

Kota hari ini dengan seluruh logika pembangunannya amat dipengaruhi oleh gerak laju modernisasi yang berakar pada sejarah kolonialisme Eropa. Kolonialisme membentuk matriks kuasa kolonial yang membenamkan ideologi modernitas eurosentrisme dan mengarahkan: seluruh gerak pertukaran sumber daya, kerja, dan kepemilikan ke dalam sistem kapital-neoliberal; pemahaman identitas intersubjektif global; dan kendali pengetahuan yang berpusat serta tertuju pada Barat sebagai standar. Kota adalah konsekuensi logis dari sistem ekonomi surplus: kolonialisme baru dalam wujud modernitas.

Baca Juga :   Menuju Kharisma Even Nusantara, Besok Pemda Nagekeo Gelar Festival One Be untuk Kedua Kalinya

Bagi generasi 90’an di Maumere, pengenalan akan modernitas sama kaburnya dengan yang kerap disebut sebagai tradisi. Dua-duanya terdistorsi oleh kolonialisme, yang menghancurkan sistem nilai, norma, rasa-merasa tradisional, sekaligus mengalienasi yang lokal dengan imajinasi tentang ‘kemajuan’ yang linier dan seragam. Pembangunan di Indonesia yang lama tersentralisasi turut mengukuhkan ketimpangan ini.