Scroll untuk baca artikel
ads

Pemda Sikka Dukung Penuh Pelaksanaan Festival Maumerelogia 5

×

Pemda Sikka Dukung Penuh Pelaksanaan Festival Maumerelogia 5

Sebarkan artikel ini
Reporter: Redaksi 
1001385511
Pertunjukan musik grup Leisplang dalam acara Jamming Sastra di lokasi Car Free Night, Jalan El Tari Maumere, Sabtu, 15 Maret 2025. (Foto: HO-Maumerelogia).

Maumere tak seutuhnya kota, tak lagi kampung. Tak sepenuhnya urban, tak sungguh rural. Sebuah modernitas ‘yang tak selesai’.

Pertanyaan perihal hubungan kultur, kota, dan model kewargaan macam apa yang idealnya dibangun, perlu terus menerus diajukan. Maumere, sebagai kota pascakolonial, dengan banyak sekali preseden soal terkait politik identitas membuka tegangan perihal watak kewargaan: kewargaan pascakolonial yang demokratis berhadapan dengan sistem feodal-patronis, karakter kolektif kolegial dan komunal berhadapan dengan tuntutan masyarakat industrial-birokratis yang individual.

Advertising
ads
Advertising

Maumerelogia secara etimologi terbentuk dari dua suku kata: maumere dan logia (logos). Maumerelogia dengan demikian berarti ide, gagasan, bahasan tentang Maumere. Sejak semula, Maumerelogia diproyeksikan sebagai sebuah festival yang hendak menyoal Maumere.

Baca Juga :   Tujuh Pimpinan Cabang Terima SK Karateker dari PW GP Ansor NTT

Maumerelogia dijalankan dengan visi terciptanya ruang dialog kritis dan reparatif antarwarga tentang ruang hidupnya melalui medium kesenian (artistic encounter). Dengan demikian, program-program dalam Maumerelogia diupayakan berjangkar pada kajian sosial budaya yang kontekstual untuk diobrolkan bersama dengan seluruh partisipan dan audiens. Pertunjukan dan pameran yang dikurasi oleh festival turut membuka percakapan mengenai seluruh kerangka tema festival.