“Selain berkontribusi pada nilai. Saya kira perputaran uangnya juga akan berjalan. UMKM, vendor-vendor, rumah-rumah makan, jasa transportasi, hotel, dan banyak usaha lain turut mendapat manfaat dari festival-festival semacam ini,” tambah Bupati.
Festival Maumerelogia diinisiasi oleh Komunitas KAHE. Pada perhelatannya yang kelima, festival ini turut melibatkan institusi pendidikan serta komunitas kreatif di Maumere seperti IFTK Ledalero, Universitas Muhammadiyah, Cru Father Said, Bohemian Club, Teater Pata, para musisi maupun pekerja kreatif di Maumere. Selain jejaring seniman di Maumere, Festival Maumerelogia juga bermitra dengan Garasi Performance Institute, Nara Teater, Kala Teater, Rubanah, dan Jogja Biennale serta beberapa seniman dari seluruh Indonesia.
“Kami ingin menjadikan festival ini sebagai bagian dari upaya menumbuhkan ruang-ruang kreatif di Maumere. Selain itu, kami ingin menciptakan kolaborasi antara seniman Maumere dengan seniman dari luar Maumere untuk bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan,” terang Mario Nuwa, salah satu kurator Maumerelogia.













