Scroll untuk baca artikel
ads

Di Balik Gurihnya Santan: Perlukah Masyarakat Ende Waspada terhadap Kolesterol?

×

Di Balik Gurihnya Santan: Perlukah Masyarakat Ende Waspada terhadap Kolesterol?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260911 WA0021
Arini Zahratul Abidah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Di sisi lain, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa hubungan antara produk kelapa dan profil lipid tidak selalu sederhana. Meta analisis yang diterbitkan pada tahun 2022 menemukan bahwa konsumsi minyak kelapa tidak menyebabkan perubahan yang bermakna pada LDL dibandingkan minyak atau lemak pembanding. Penelitian tersebut juga menemukan sedikit peningkatan HDL, tetapi penulis menekankan bahwa kepastian bukti masih sangat rendah karena terdapat perbedaan metode penelitian, jumlah sampel yang relatif kecil, dan durasi penelitian yang pendek.

Perbedaan hasil tersebut justru membuat persoalan santan menjadi menarik. Kita perlu membedakan antara santan dalam makanan dan minyak kelapa sebagai bahan yang dikonsumsi secara langsung. Keduanya sama-sama berasal dari kelapa, tetapi bentuk, jumlah, cara konsumsi, dan makanan lain yang menyertainya berbeda. Oleh karena itu, hasil penelitian mengenai minyak kelapa tidak seharusnya langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua makanan yang menggunakan santan pasti meningkatkan kolesterol.

Baca Juga :   Iman Tak Goyah di Tengah Hujan: Kesaksian Umat Larantuka di Hari Jumat Agung