Scroll untuk baca artikel
ads

Jangan Bangun Ende Dengan Muka Keram

×

Jangan Bangun Ende Dengan Muka Keram

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260414 210310
Arianto Zany Namang.

Jika bupati Badeoda tidak ingin berdialog dengan tema yang berat-berat, setidaknya datang dan memberi salam sudah cukup, lumayan untuk tetap menjaga basis konstituen agar tetap dalam barisan. Menurut Young, sapaan (greetings) adalah pengakuan atas keberadaan orang lain sebagai subyek yang setara. Tanpa sapaan, kehangatan, komunikasi hanyalah transaksi data yang kaku dan dingin. Dalam frasa “saya tidak mau berdialog dengan PMKRI” kita tidak melihat adanya sapaan hangat dari bupati Badeoda. Itu berarti ruang dialog sedang ia bungkam tanpa ia sendiri sadari. Bagi Young, tujuan komunikasi bukan sekadar mencapai konsensus (kesepakatan), tetapi untuk membangun hubungan. Ia menyebutnya sebagai social greeting, di mana kita mengakui “wajah” sesama manusia sebelum mulai berdebat.

Baca Juga :   Gonjang Ganjing Perubahan APBD Ende Tahun Anggaran 2025

Membangun Ende tidak bisa dengan “muka keram” alias kebijakan yang melulu bersifat legalistik, yang kaku dan berdarah dingin. Kebijakan yang hanya disandarkan pada urusan salah-benar (legalisme) tanpa melibatkan pertimbangan baik-buruk (moralistik) sudah barang tentu akan menimbulkan ketidakadilan dan pada giliranya melahirkan perlawanan di sana-sini.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.