Scroll untuk baca artikel
ads

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

×

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251009 113355
Gergorius Babo, Asesor SDM Aparatur Ahli Muda BKD Provinsi NTT.

Manfaat retret tidak hanya dirasakan di internal birokrasi. Masyarakat pun mendapat dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara sosial, retret menumbuhkan integritas dan kepemimpinan yang lebih humanis, sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat dan responsif. Secara ekonomi, kegiatan retret memberi multiplier effect bagi masyarakat lokal melalui konsumsi transportasi, akomodasi, dan produk UMKM setempat. Dengan demikian, retret tidak hanya investasi SDM, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai retret pejabat selalu muncul, terutama terkait efisiensi anggaran. Namun, jika dirancang secara tepat, retret adalah investasi nyata yang memperkuat birokrasi, meningkatkan integritas, dan menegaskan orientasi pelayanan publik. Retret menyediakan ruang refleksi, memperkuat sinergi lintas unit, dan menumbuhkan dimensi humanis dalam kepemimpinan.

Advertising
ads
Advertising

Investasi dalam retret kepemimpinan strategis merupakan strategi cerdas untuk membentuk pemimpin yang visioner, kolaboratif, dan berintegritas. Dari sana, masyarakat akan memperoleh pelayanan publik yang lebih cepat, bermutu, dan bermartabat sebagaimana menjadi tujuan akhir dari setiap kebijakan birokrasi.

Baca Juga :   Kembali ke Tanah Air, Perjalanan Rohani Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD Menuju Keuskupan Agung Ende