Scroll untuk baca artikel
ads

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

×

ASN NTT: “Raksasa Tidur”, “Elang Potensial”, atau “Mesin”?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251017 121648
Agustinus Tetiro.

Inilah saatnya barisan birokrasi NTT memiliki “dapur” intelektual dan akademik sendiri untuk memperkuat sisi penelitian dan nuansa intelektual. Adalah tidak aneh kalau para ASN peneliti mengeluh tentang kuantitas, kualitas, kesatuan dan akurasi data tentang NTT. Namun, akan menjadi aneh kalau setelah mengetahui hal itu dan kita tidak melakukan sejumlah inisiatif.

Kita ambil contoh tentang data kemiskinan dan stunting di NTT. Setelah masalah YBR di Ngada, Gubernur Melki memberi instruksi jelas: data tentang kemiskinan harus objektif, tidak boleh berdasarkan suka-tidak suka, apalagi terdampak urusan politik praktis. Data adalah data.

Advertising
ads
Advertising

Inilah salah satu tugas yang harus dimainkan para ASN peneliti. Tugas lain adalah membentuk semacam suatu think tank bersama untuk selalu bersilang pandang, menghadirkan atmosfer diskusi, menguji argumentasi, yang pada gilirannya bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan dan evaluasi keputusan yang efektif serentak humanis. Saya membayangkan kelompok ASN peneliti dan ASN penulis Pemprov NTT berkumpul seminggu sekali di suatu tempat, misalnya di rumah jabatan gubernur atau wakil gubernur, berdiskusi secara deliberatif dan setara tentang suatu tema tertentu berdasarkan sejumlah hasil penelitian dan refleksi yang akademis.

Baca Juga :   Kepemimpinan Uskup Baru Keuskupan Larantuka dalam Semangat Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan