Sebutan “Bapak Pembangunan” merupakan bentuk penghargaan masyarakat terhadap apa yang mereka lihat dan rasakan. Sebutan tersebut tidak berarti seluruh persoalan NTT telah selesai. Kemiskinan, pengangguran, stunting, keterbatasan air, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan ketimpangan antarwilayah masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah berikutnya.
Namun, sejarah juga harus ditulis secara adil. Tidak dapat dimungkiri bahwa pada masa kepemimpinan Jokowi, pembangunan di NTT menjadi lebih terlihat, lebih sering diperhatikan, dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya mengingat seorang pemimpin dari kata-katanya. Mereka mengingat siapa yang pernah hadir ketika dibutuhkan, siapa yang datang menemui mereka, dan siapa yang meninggalkan sesuatu yang dapat digunakan oleh anak cucu mereka.
Itulah sebabnya banyak masyarakat NTT tetap menyayangi Jokowi. Bagi mereka, Jokowi adalah pemimpin yang hadir, bekerja, dekat dengan rakyat, dan peduli terhadap Nusa Tenggara Timur.











