Scroll untuk baca artikel
ads

Jokowi dan NTT; Kepemimpinan yang Hadir, Bekerja, dan Dekat dengan Rakyat

×

Jokowi dan NTT; Kepemimpinan yang Hadir, Bekerja, dan Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002 1
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO KRQA-SQC Certification Services.

Dari sudut pandang tersebut, hubungan antara masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, perlu dipahami secara lebih dekat. Bagi sebagian besar masyarakat NTT, Jokowi tidak hanya dikenang sebagai seorang presiden yang memimpin pemerintahan dari Jakarta, tetapi sebagai pemimpin yang beberapa kali hadir langsung di tengah masyarakat, melihat kondisi daerah dengan mata kepala sendiri, mendengarkan aspirasi rakyat, serta menyapa masyarakat secara sederhana dan terbuka.

Pemimpin yang Hadir Langsung Ditengah Rakyat

Advertising
ads
Advertising

Salah satu kekuatan utama Jokowi adalah kemampuannya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Ia hadir dengan gaya yang sederhana, tidak terlalu formal, dan tidak menciptakan jarak yang berlebihan antara seorang kepala negara dan rakyat biasa.
Ketika berkunjung ke Ende pada 2022, Jokowi tidak hanya menjalankan agenda kenegaraan dan bermalam di kota tersebut. Pada malam hari, di luar agenda yang direncanakan, ia mendatangi beberapa rumah warga di Lorong Winirai, Gang Kaget. Ia menyapa masyarakat secara langsung dan membagikan bantuan sembako. Peristiwa seperti ini meninggalkan kesan mendalam karena masyarakat merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemimpin tertinggi negara.

Baca Juga :   9.000 PPPK NTT Diujung Ketidakpastian; Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendiri
Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.