Bagi masyarakat NTT, tindakan sederhana seperti berjalan memasuki lorong permukiman, berjabat tangan, berbicara dengan warga, dan melihat rumah masyarakat dari dekat memiliki arti yang sangat besar. Rakyat merasa Jokowi bukan pemimpin yang hanya dapat dilihat dari kejauhan. Mereka merasa tidak terdapat kesenjangan yang terlalu lebar antara presiden dan masyarakat.
Kedekatan semacam ini tidak dapat dibentuk hanya melalui kampanye atau pencitraan sesaat. Kedekatan itu tumbuh dari kehadiran yang berulang, komunikasi langsung, dan pengalaman nyata yang tersimpan dalam ingatan masyarakat.
Pembangunan yang Lebih Nyata dan Dapat Dilihat
Pada masa kepemimpinan Jokowi, perhatian terhadap pembangunan Indonesia bagian timur, termasuk NTT, semakin terlihat. Pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara, fasilitas air bersih, kawasan perbatasan, serta konektivitas antarwilayah memberikan perubahan yang dapat diamati secara langsung.
Pembangunan jalan tidak hanya menghadirkan permukaan aspal. Jalan yang lebih baik memperpendek waktu perjalanan, membantu anak-anak menuju sekolah, memudahkan masyarakat mencapai fasilitas kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Pelabuhan dan bandara memperkuat hubungan antarpulau, sementara bendungan dan sarana air memberikan harapan bagi pertanian serta ketahanan pangan masyarakat.











