Scroll untuk baca artikel
ads

Jokowi dan NTT; Kepemimpinan yang Hadir, Bekerja, dan Dekat dengan Rakyat

×

Jokowi dan NTT; Kepemimpinan yang Hadir, Bekerja, dan Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002 1
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO KRQA-SQC Certification Services.

Pengaruh Jokowi dalam Pilihan Politik Masyarakat

Secara realistis, kedekatan emosional dan tingkat kepercayaan yang telah terbentuk dapat memberikan pengaruh politik. Apabila Jokowi menyampaikan dukungan kepada partai atau tokoh tertentu, sangat mungkin sebagian masyarakat mempertimbangkan arahannya karena mereka masih mempercayai rekam jejak dan kepemimpinannya.

Advertising
ads
Advertising

Namun, pilihan politik tetap menjadi hak pribadi setiap warga negara. Pengaruh seorang tokoh tidak berarti masyarakat kehilangan kebebasan untuk menilai program, integritas, kompetensi, dan komitmen partai atau calon yang didukungnya.

Karena itu, fenomena kecintaan masyarakat kepada Jokowi sebaiknya tidak disangkal, tetapi dipahami secara jujur. Dukungan tersebut merupakan hasil dari hubungan emosional, frekuensi kehadiran, dan pembangunan yang dinilai nyata oleh masyarakat.

Baca Juga :   Kanwil Kemenkumham NTT Kembali Sosialisasi HAKI di Ende

Jokowi Sebagai Bapak Pembangunan Bagi NTT

Bagi banyak masyarakat NTT, Jokowi layak dikenang sebagai salah satu pemimpin yang memberikan perhatian besar kepada kawasan timur Indonesia. Ia bukan hanya datang membawa pidato, tetapi juga menghadirkan jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara, rumah sakit, sarana air, kawasan pariwisata, fasilitas perbatasan, bantuan sosial, dan berbagai program pemberdayaan.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.