Scroll untuk baca artikel
ads

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

×

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251009 113355
Gergorius Babo, Asesor SDM Aparatur Ahli Muda BKD Provinsi NTT.

Kritik terhadap biaya retret memang tak terhindarkan. Namun, jika dianalisis melalui perspektif manajemen strategis, retret justru menghasilkan efisiensi jangka panjang. Pejabat dengan visi jelas dan strategi terarah mampu mengurangi risiko kebijakan trial and error. Komunikasi yang lebih lancar antarunit birokrasi mengurangi konflik internal yang kerap menimbulkan pemborosan sumber daya. Dengan kata lain, biaya retret adalah investasi yang berbuah efisiensi.

Muntatsiroh & Hendriani (2024) dalam Tipe-Tipe Kepemimpinan dan Teori Kepemimpinan dalam Suatu Organisasi menegaskan bahwa organisasi dengan kepemimpinan efektif menunjukkan kinerja lebih tinggi, stabilitas lebih kuat, serta efisiensi biaya operasional yang signifikan. Efektivitas kepemimpinan tidak hanya soal kemampuan seorang pemimpin mengarahkan bawahannya, melainkan juga kapasitas membangun visi bersama, menciptakan koordinasi lintas unit, dan menumbuhkan budaya organisasi adaptif. Dengan kepemimpinan yang efektif, organisasi mampu meminimalisasi praktik trial and error, sehingga sumber daya dapat digunakan lebih optimal.

Baca Juga :   APBD Tanpa Perubahan, Ende Berisiko Mandek