Pemerintah melakukan pembangunan dan penataan kawasan, meningkatkan jalan, pelabuhan, bandara, fasilitas pariwisata, ruang publik, serta konektivitas menuju berbagai destinasi. Pada 2020, pemerintah menyebut anggaran sekitar Rp970 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendukung kawasan pariwisata Labuan Bajo.
Perubahan tersebut bukan hanya meningkatkan citra Labuan Bajo di tingkat nasional dan internasional. Pariwisata juga membuka ruang bagi hotel, restoran, transportasi, UMKM, kerajinan, pemandu wisata, nelayan, petani, dan berbagai usaha masyarakat.
Meskipun manfaat pembangunan masih harus terus diperluas agar semakin merata kepada masyarakat kecil, tidak dapat dimungkiri bahwa pada masa Jokowi, Labuan Bajo memperoleh perhatian nasional yang sangat besar dan menjadi pintu utama pengenalan NTT kepada dunia.
Air, Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Bantuan Sosial
Persoalan air merupakan salah satu tantangan utama NTT. Oleh karena itu, pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi, dan sarana air bersih memiliki arti strategis. Pembangunan tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung pertanian, serta mengurangi kerentanan masyarakat terhadap musim kemarau.











