Karena itu, tidak tepat apabila kita menyebut satu angka total tanpa dasar laporan konsolidasi yang dapat diverifikasi.
Namun, beberapa proyek yang diumumkan secara resmi saja telah menunjukkan nilai yang besar, antara lain penataan dan pembangunan infrastruktur pendukung Labuan Bajo sekitar Rp. 970 miliar, pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di NTT sekitar Rp.338 miliar, pembangunan PLBN Napan sekitar Rp.128 miliar.
Ketiga kelompok proyek tersebut sudah mencapai sedikitnya sekitar Rp. 1,436 triliun. Angka ini bukan keseluruhan dana untuk NTT, karena belum mencakup bendungan lainnya, jalan dan jembatan, bandara, pelabuhan, rumah sakit, air minum, bantuan sosial, dana desa, irigasi, pendidikan, kesehatan, serta transfer pemerintah pusat lainnya.
Dengan demikian, nilai keseluruhan perhatian anggaran pemerintah pusat untuk NTT selama era Jokowi tentu jauh lebih besar daripada contoh tersebut. Akan tetapi, angka totalnya harus didasarkan pada konsolidasi data resmi, bukan perkiraan politik.











