Pesan kepada Tokoh Agama
Kepada para tokoh agama, negeri ini juga membutuhkan suara moral yang jernih. Jangan hanya berbicara dari mimbar. Hadirlah di tengah mereka yang kehilangan rumah, keluarga, pekerjaan, dan masa depan. Suarakan kejujuran, keadilan, kepedulian, anti-korupsi, perlindungan terhadap alam, dan keberanian membela mereka yang lemah. Jangan menggunakan musibah untuk menghakimi korban atau kelompok tertentu.
Ketika rakyat menangis, tokoh agama seharusnya hadir untuk menenangkan, mendengarkan, mendoakan, membantu, dan mengingatkan siapa pun yang memiliki kekuasaan agar tetap berjalan di jalan yang benar. Suara tokoh agama seharusnya menjadi suara hati nurani, terutama ketika kejujuran mulai dianggap tidak penting dan ketidakadilan mulai dianggap biasa.
Pesan kepada Masyarakat
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab. Jangan membuang sampah sembarangan. Jangan membakar hutan dan lahan. Jangan merusak sungai. Jangan menebang hutan secara liar. Jangan melakukan sesuatu yang memberikan keuntungan sesaat tetapi meninggalkan penderitaan bagi orang lain. Budaya gotong royong harus terus dijaga. Dalam musibah kita belajar bahwa manusia pada akhirnya saling membutuhkan. Jangan menunggu menjadi korban untuk mulai peduli.













